Nama saya imaduddin syamil seorang mahasiswa jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia

Kamis, 15 Oktober 2015

MANUSIA ADALAH MAKHLUK BELAJAR



ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
 
Manusia terlahir sebagai makhluk yang suci sebagaimana sabda rasulullah SAW yang artinya: “setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai yahudi atau nasrani atau majusi.” Dari sini kita mengetahui akan pentingnya pendidikan anak sejak dalam Rahim ibu sampai ia beranjak dewasa. Jangan sampai ketika sang anak terlahir dalam keadaan suci akan tetapi lingkungannya sama sekali tidak mendukung sang anak. Untuk itu lingkungan sangat berpengaruh sekali terhadap hasil sang anak. Ketika kita nantinya sebagai orang tua mengharapkan sang anak menjadi baik akan tetapi lingkungannya buruk maka hal tersebut akan sulit tercapai.

Untuk itu betapa pentingnya pendidikan terhadap setiap insan agar nantinya  melahirkan generasi yang baik. Allah telah mewajibkan kepada setiap muslim dan muslimat untuk selalu menuntut ilmu sebagaimana sabda rasulullah SAW yang berbunyi: “menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat.” Lalu, kenapa kita mesti ragu untuk menimba ilmu.

Banyak sekali keutamaan yang akan di dapat bagi para penuntut ilmu diantaranya adalah:
a.       Allah akan mengangkat derajat orang yang menuntut ilmu
b.      Jalan menuju surga Allah
c.       Malaikat akan membentangkan sayap untuk penuntut ilmu
d.      Ilmu adalah amalan yang tidak terputus amalannya
Sungguh allah begitu sangat memuliakan sekali para penuntut ilmu. Bersemangatlah untuk selalu menimba ilmu agar dapat meraih keutamaan tersebut.

Menuntut ilmu tidak hanya dapat di lakukan ketika kita duduk di bangku perkuliahan saja. Akan tetapi ilmu dapat kita dapatkan dimana saja,kapan saja dan dengan siapa saja. Contohnya saja ilmu tentang menanam jagung kita dapat mendapatkan ilmu tersebut langsung dari petani jagung tanpa harus menuntut ilmu di bangku kuliah. Ini pertanda bahwa ilmu allah itu begitu luas sekali. sebagai seorang hamba yang beriman maka alangkah baiknya kita untuk menuntut ilmu tersebut tanpa memandang siapa yang berbicara tapi lihatlah apa yang di bicarakan. Jadikanlah ilmu tersebut sebagai sarana untuk dapat mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa.

Banyak sekali kata mutiara yang dapat menyemangati kita para penuntut ilmu agar menuntu ilmunya lebih bergairah kembali. Di antaranya adalah:
1.      Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat
2.      Ilmu lebih utama daripada harta
3.      Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan, belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh sesorang yang bukan penakut. ( Anwar Fuadi)

            Terakhir kali tak lupa saya mengingatkan khususnya pada diri sendiri dan umumnya pada pembaca sekalian untuk selalu menggenjot motivasi belajar agar derajat kita dapat naik satu tingkat dengan yang tidak menuntut ilmu. Ingatlah, bahwa ilmu yang kita pelajari selain bermanfaat untuk diri sendiri ilmu tersebut akan bermanfaat pula untuk orang lain. Ilmu yang bermanfaat untuk orang lain nantinya akan terhitung sebagai amal jariyah yang akan membantu kita di saat tak ada lagi yang mampu membantu selain amal kebaikan.
           
 WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Kamis, 08 Oktober 2015

ILMU FARAIDH

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

     Ilmu faroidh merupakan ilmu yang mengulas tentang harta warisan. Dalam ilmu ini, harta warisan di bagi dengan sangat adil dan tidak berat sebelah. Karena sesuai dengan apa yang ALLAH tetapkan. Telah kita tahu bersama bahwa apa yang telah ALLAH tetapkan maka itu pasti akan bermanfaat oleh setiap manusia.

     Ilmu ini begitu penting sekali untuk di pelajari oleh setiap muslim karena menyangkut dengan permasalahan harta yang akan di tinggalkan oleh si mayit. Jangan sampai pembagian harta menjadi hal yang di permasalahkan oleh keluarga si mayit padahal ini tidak begitu penting yang terpenting adalah mendoakan sang mayit agar terhindar dari fitnah kubur dan di masukkan ke dalam surga. Jika umat muslim tak semua nya mampu untuk mempelajari ilmu faroidh maka setidak nya mereka paham secara garis besar nya saja ataupun beberapa kelompok masyarakat ada yang mempelajari lebih dalam lagi mengenai ilmu faroidh. Karena di khawatirkan ilmu ini akan menjadi ilmu yang pertama kali hilang di muka bumi sebagaimana yang telah di sabdakan oleh rasulullah yang berbunyi :
Diriwatkan dari Abu Hurairoh rodliallohu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda “pelajarilah oleh kalian ilmu faro’id, karena sesungguhnya ilmu faro’id itu sebagian dari agama kalian dan setengah dari seluruh ilmu. Dan sesungguhnya ilmu faro’id itu ilmu yang mula-mula akan di cabut dari umatku”.  Hal inilah yang seharus nya menjadikan sebuah lecutan untuk lebih semangat mempelajari ilmu faroidh yang begitu penting sekali agar bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang banyak. Ada banyak madhorot yang akan di timbulkan ketika tak ada satupun orang yang mempelajari ilmu yang berkaitan dengan warisan ini. Untuk itu di sini kami menyajikan sedikit ulasan mengenai ilmu faroidh.

     Ada 3 hal utama dalam harta warisan :
a. Ahli waris
b. Yang menerima warisan
c. Harta yang di tinggalkan
ketiga hal di atas akan selalu berkaitan antara satu dengan yang lain nya. Karena saling berhubungan antara ahli waris, yang menerima warisan maupun harta dari warisan tersebut.

     Pembagian harta warisan harus di lakukan ketika kewajiban si mayit yang berupa hutang piutang ataupun yang lain nya telah di selesaikan terlebih dahulu. Jangan sampai pembagian warisan telah di lakukan akan tetapi sang mayit masih mempunyai tanggungan di dunia.

     Dalam pembagian harta warisan laki-laki mendapatkan jatah dua kali lebih banyak dari pada perempuan. Mengingat, tanggung jawab laki-laki lebih besar daripada perempuan.

Sebab-sebab orang mendapatkan warisan adalah :
a. Adanya hubungan pernikahan
b. Adanya hubungan keturunan
c. Memerdekakan seorang keabidan (pembebas budak mendapat warisan dari budak tersebut )

Ada pun yang menghalangi seseorang untuk mendapatkan warisan yaitu :
a. Budak
b. Membunuh tanpa alasan yang di benarkan
c. Perbedaan agama


Inilah sedikit ulasan mengenai harta warisan dalam ilmu faroidh. Semoga bermanfaat.

Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jumat, 02 Oktober 2015

IBADAH GAIRU MAHDHAH

   Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  Setelah kita mengetahui akan apa itu ibadah mahdhah, maka pembahasan selanjut nya adalah membahas tentang ibadah gairu mahdahah.

     Dalam benak kita mungkin bertanya-tanya apa itu ibadah gairu mahdhah. Nah untuk itu mari kita simak bersama dengan baik ya.

     Ibadah gairu mahdhah adalah suatu bentuk ibadah yang di kerjakan oleh seorang hamba dalam rangka meraih ridho allah. Dalam ibadah gairu mahdhah tidak ada aturan yang baku untuk mengerjakan nya karena ibadah ini bentuk nya muamalah kita boleh melakukan tawar menawar dalam ibadah gairu mahdhah akan tetapi harus tetap berlandaskan syariat allah. berbeda dengan ibadah mahdhah yang tidak ada tawar menawar sama sekali artinya harus sesuai dengan yang telah di tetapkan oleh allah. Hal inilah yang menjadi pembeda antara ibadah mahdhah dan ibadah gairu mahdhah. 

     Seorang hamba di beri kewenangan untuk melakukan tawar menawar dalam ibadah gairu mahdhah. sebagimana sabda rasulullah yang arti nya : "kamu lebih mengetahui urusan dunia mu". Jadi dalam masalah yang ada kaitan nya dengan dunia kita di beri kelonggaran oleh allah asalkan tidak bertentangan dengan syariat yang telah di tetapkan oleh allah.

     Ada banyak contoh yang berkaitan dengan ibadah gairu mahdhah. kali ini saya mengambil contoh tentang pernikahan. Nikah itu harus berlandaskan syariat allah akan tetapi dalam hal mengundang tamu tidak ada ketetapan yang harus di penuhi. Kita di beri kelonggaran untuk mengundang seberapa pun tamu entah itu sedikit atau banyak yang penting sesuai dengan kemampuan kita.

     Inilah pembahasan singkat mengenai ibadah gairu mahdhah. Kita memang di beri kewenangan untuk melakukan tawar menawar dalam ibadah gairu mahdhah asalkan tidak melanggar syariat yang telah di tetapkan oleh allah dan rasul nya.Akan tetapi kita juga harus selalu memperbaiki nya agar kita dapat mengetahui terdapat kesalahan atau tidak dalam ibadah yang di lakukan oleh kita.

      Sekian dari saya sekira nya terdapat kesalahan mohon di ingatkan. Semoga bermanfaat wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.