Nama saya imaduddin syamil seorang mahasiswa jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia

Rabu, 09 Desember 2015

ADAB MENUNTUT ILMU (MATERI TAMBAHAN)



Assalamualaikum warahmatullahi wabrakatuh
 
Rasulullah SAW telah menerangkan tentang agam islam termasuk di dalamnya masalah adab dan akhlak penuntut ilmu. Para sahabat dan tabiin selalu menasehati setiap muslim akan penting nya memperhatikan adab dalam menuntut ilmu. Karena hal ini sangat penting bagi setiap penuntut ilmu. Dengan memperhatikan adab maka ilmu yang di dapat akan menjadai manfaat. Nah, sudah selayaknya kita para mahasiswa yang saat ini bergelut di bidang ilmu untuk memperhatikan adab nya agar kita tak sia-sia dalam menuntutnya.
Adab-adab penuntut ilmu diantaranya adalah:
1.      Mengikhlaskan Niat
Hal yang paling utama dalam menuntut ilmu adalah megikhlaskan niat hanya karena Allah. Jangan sampai kita menuntut ilmu untuk yang lainnya. Karena niat akan mempengaruhi hasil yang di dapat. Jika niat ikhlas karena Allah maka Insyaallah hasilnya akan lebih baik ketimbang yang tidak berniat karena Allah.
2.      Selalu memohon ilmu yang bermanfaat

Setiap penuntut ilmu hendaknay memohon pada kepada Sang Khalik agar selalu diberikan ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.

3.      Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu
Bersungguh-sungguh merupakan adalah salah satu dari lima syarat yang di kemukakan Imam Syafiie sebagai syarat untuk mendapatkan ilmu.    
4.      Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat kepada Allah

Imam ibnu al-qayim berkata : seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Ini perkara yan sangat berbahay, tatkala kita dengan mengangggap enteng prilaku maksiat yang kita lakukan.

5.      Mengikat ilmu dengan tulisan

Dalam syair Ali Ra, ia berkata “ ilmu laksana buruan dan tulisan adalah sebagai pengikatnya”. Jangan sampai ilmu yang begitu penting hilang karena kita tidak menulisnya.

6.      Mendakwahkan ilmu

Hal yang paling utama ketika kita telah mendapatkan ilmu. Dakwahkan ilmu yang kita punya untuk masyarakat luas. Jangan malu dan jangan menyerah dalam mendakwahkan ilmu. Karena semua ilmu itu ada manfaatnya. Lakukanlah dengan beragam cara. Ketika kamu mendakwahkan ilmu walau sedikit saja itu lebih baik bagi mu daripada tidak sama sekali.

Inilah adab yang harus kita perhatikan sebagai Mahasiswa agar ilmu yang kita peroleh tak sia-sia begitu saja karena kita tidak memperhatikan adab yang ada. Semoga bermanfaat

waalaikum salam warahmatullahi wabarkatuh

Selasa, 08 Desember 2015

MEMBIASAKAN DIRI UNTUK MENDOAKAN SAUDARA (MATERI TAMBAHAN)



Pada dasarnya semua doa yang kita panjatkan kepada sang khalik tidak ada yang tertolak sama sekali kecuali doanya orang yang ragu, tidak sungguh-sungguh dalam berdoa dan juga sombong. Karena kita tahu bahwa Allah tak akan pernah mau mengabulkan doa orang-orang yang tidak percaya dengan NYA, setengah hati bahkan masih membanggakan dirinya sendiri.
Ada empat alternative bagi setiap doa yaitu:
a.       Doa itu di kabulkan oleh Allah saat itu juga
b.      Doa diterima tapi ditangguhkan menunggu saat yang tepat
c.       Doanya diterima tapi digantikan dengan yang lebih baik
d.      Doa tersebut benar-benar di tangguhkan sampai hari kiamat
Banyak penjelasan dalam hadist Nabi yang merujuk doa yang mustajabah. Di antaranya adalah “Ada empat doa yang tidak tertolak, yaitu doa yang berhaji hingga ia kembali, doa orang yang berjihad hingga ia selesai, doa orang yang sakit hingga ia sembuh dan doanya seseorang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya tersebut (Riwayat Ad-dailami dari ibnu abbas)” dari hadist ini kita mengetahui bahwa ternyata ada empat doa yang tidak tertolak oleh sang khalik. Yang perlu di garis bawahi pada materi ini adalah doa orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengatahuan saudaranya.
Sungguh betapa indahnya hidup ini jika kita mau mendoakan saudara kita tanpa sepengetahuannya. Dalam hal ini tentunya segala doa yang baik saja yang terkabulkan. Di sekitar kita banyak saudara yang mencemooh kita. Lalu bagaimana sikap yang harus kita ambil. Apakah dengan membalasnya? Ataupun yang lainnyayang justru akan membuat masalah tambah panjang.hal yang terbaik bagi seorang muslim adalah mendoakannya agar mendapatkan hidayah. Mungkin saja Allah mengabulkan doa kita lalu dia berubah menjadi yang lebih baik lagi. Bukankah ini ladang amal bagi kita?
Ada pula teman baik kita yang selalu memberikan motivasi kepada kita disaat kita sedang terpuruk, memberikan bantuan disaat kita kesusahan, memberikan. Mereka juga memberikan makanan disaat kelaparan. Mereka juga sangat membutuhkan doa kita. Tanpa sepengetahuannya, kita sebut namanyadi setiap doa kita dan mendoakan yang baik kepadanya. Bukankah doa semacam in dikabulkan dan paling cepat diterima oleh sang khalik?
Banyak pula teman yang saat ini sedang mengalami kesulitan hidup yang sangat membutuhkan doa kita. Lalu kita mendoakannya secara diam-diam. Untuk di ringankan bebannya dan di perlancar urusannya.
Sungguh betapa nikmat dan indah hidup ini jika kita khusunya sesame muslim saling mendoakan. Untuk itu mari kita mulai untuk saling mendoakan sesama saudara kita. Ada banyak manfaat jika kita mampu mengaplikasikanny dengan baik. 



 
  


Rabu, 02 Desember 2015

Manusia adalah Makhluk Peneliti, Makhluk Budaya dan Makhluk Moral



Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluk yang sangat sempurna dan memiliki kelebihan diantara makhluk lainnya. Tak lupa solawat serta salam kita haturkan kepada baginda nabi Muhammad SAW. Makhluk tersebut yang dimaksud adalah Manusia. Banyak sekali keistimewaan yang ada pada manusia yang tak dimiliki oleh makhluk lainnya di muka bumi ini. Diantara keistimewaan tersebut adalah manusia di berikan akal pikiran yang makhluk lain di muka bumi ini tak ada yang diberikan akal pikiran selain manusia.  Banyak sekali manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia tersebut di muka bumi ini.  Akan tetapi banyak sekali diantara manusia yang tidak menyadari keistemewaan itu ataupun memanfaatkannya untuk hal yang tidak baik.
Keistimewaan manusia di berikan akal pikiran menjadikan mereka menjadi Makhluk Peneliti, Makhluk Budaya dan juga Makhluk Moral.  Untuk itu pada tulisan kali ini, penulis bertujuan untuk mengenalkan kepada pembaca sekalian mengenai manusia makhluk peneliti, makhluk budaya dan juga makhluk moral. Seperti apa yang telah di dapatkan oleh penulis ketika mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Untuk itu mari langsung saja kita membahas mengenai judul yang telah di sampaikan diatas.
1.       Makhluk Peneliti

Allah menurunkan wahyu pertama yaitu surah al-alaq ayat: 1-5. Dalam wahyu pertama tersebut Allah memerintahkan kita sebagai umat muslim untuk senantia menghabiskan waktu untuk membaca. Perintah Allah ini ketika kita melaksanakannya dengan penuh suka cita maka pasti banyak sekali manfaat yang akan di rasakan. Sayangnya, perintah Allah ini masih banyak manusia yang tidak melaksanakannya dengan baik. Sehingga kerugianlah yang akan di dapat.

Di Indonesia saja, angka membaca masyarakat rendah sekali inilah yang menyebabkan masyarakat Indonesia kalah jauh dengan masyarakat jepang. Padahal masyrakat Indonesia notabennya merupakan penduduk beragama islam terbesar di dunia. Berbeda hal nya dengan masyarakat jepang yang mayoritas bukan beragama islam. Akan tetapi justru merekalah yang mengamalkan perintah membaca yang telah Allah perintahkan. Sehingga masyarakat jepang dapat menikmati manfaat dari membaca tersebut.

Padahal, pada zaman dahulu masyarakat muslim jauh lebih maju daripada masyarakat non-muslim. Banyak sekali ilmuan-ilmuan muslim yang menemukan berbagai macam penemuan yang tidak dapat di temukan oleh non-muslim. Sayangnya, penemuan tersebut ada yang diakui sebagai penemuan non-muslim padahal kenyataanya penemuan tersebut berasal dari muslim. Di antara ilmuan muslim tersebut adalah Avicena (Ibnu Sina), Averous ( Ibnu Rusyd) dengan berbagai penemuan yang telah di akui dunia

Untuk itu mari kita gerakkan budaya membaca pada diri kita sendiri terlebih dahulu baru mengajak yang lain agar kita dapat mengembalikan kejayaan islam yang sejak lama kita dambakan.


2.       Manusia Makhluk Budaya

Selain sebagai makhluk peneliti, manusia juga dapat di katakan sebagai makhluk budaya. Inilah keistimewaan yang allah berikan kepada manusia berupa akal pikiran. Dengan akal pikiran manusia mampu menciptakan berbagai penemuan yang berkaitan dengan budaya. Akan tetapi masih banyak manusia yang lalai terhadap yang memberikan ini semua. Untuk itu sebagai makhluk yang istimewa marilah kita senantiasa beribadah kepada NYA.

3.       Manusia Makhluk Moral

Mungkin para pembaca sekalian bertanya-tanya mengapa manusia di katakan sebagai makhluk moral. Karena dengan akal yang di berikan oleh yang Maha Kuasa, manusia mampu membedakan yang mana baik dan buruk. Inilah keistimewaan yang lagi-lagi Allah berikan kepada kita semua.

Akan tetapi, seolah manusia buta terhadap baik dan buruk. Padahal sudah jelas Allah menerangkannya dalam Al-Qur’an dan Hadist. Mereka seolah tak menggubris ini semua dengan berbagai alasan.  Padahal, ketika melaksanakan kebaikan maka tentunya akan di balas dengan kebaikan pula. Dan ketika berbuat keburukan maka akan mendapat ganjaran yang setimpal dengan perbuatan buruk yang di kerjakan.

Ingatlah, bahwa hanya ada dua aspek dalam hidup manusia yaitu fujur dan taqwa. Ketika ia berbuat fujur hingga akhir hayatnya maka balasannya adalah neraka dan juga sebaliknya. Untuk itu, marilah kita bersama untuk selalu berdoa agar kematian kita khusnul khotimah agar dapat merasakan nikmatnya surga.

Inilah sedikit yang dapat saya tuliskan. Semoga dapat menggugah diri saya pribadi dan pembaca sekalian untuk selalu dekat dengan ALLAH SWT