Nama saya imaduddin syamil seorang mahasiswa jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia

Rabu, 02 Desember 2015

Manusia adalah Makhluk Peneliti, Makhluk Budaya dan Makhluk Moral



Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluk yang sangat sempurna dan memiliki kelebihan diantara makhluk lainnya. Tak lupa solawat serta salam kita haturkan kepada baginda nabi Muhammad SAW. Makhluk tersebut yang dimaksud adalah Manusia. Banyak sekali keistimewaan yang ada pada manusia yang tak dimiliki oleh makhluk lainnya di muka bumi ini. Diantara keistimewaan tersebut adalah manusia di berikan akal pikiran yang makhluk lain di muka bumi ini tak ada yang diberikan akal pikiran selain manusia.  Banyak sekali manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia tersebut di muka bumi ini.  Akan tetapi banyak sekali diantara manusia yang tidak menyadari keistemewaan itu ataupun memanfaatkannya untuk hal yang tidak baik.
Keistimewaan manusia di berikan akal pikiran menjadikan mereka menjadi Makhluk Peneliti, Makhluk Budaya dan juga Makhluk Moral.  Untuk itu pada tulisan kali ini, penulis bertujuan untuk mengenalkan kepada pembaca sekalian mengenai manusia makhluk peneliti, makhluk budaya dan juga makhluk moral. Seperti apa yang telah di dapatkan oleh penulis ketika mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Untuk itu mari langsung saja kita membahas mengenai judul yang telah di sampaikan diatas.
1.       Makhluk Peneliti

Allah menurunkan wahyu pertama yaitu surah al-alaq ayat: 1-5. Dalam wahyu pertama tersebut Allah memerintahkan kita sebagai umat muslim untuk senantia menghabiskan waktu untuk membaca. Perintah Allah ini ketika kita melaksanakannya dengan penuh suka cita maka pasti banyak sekali manfaat yang akan di rasakan. Sayangnya, perintah Allah ini masih banyak manusia yang tidak melaksanakannya dengan baik. Sehingga kerugianlah yang akan di dapat.

Di Indonesia saja, angka membaca masyarakat rendah sekali inilah yang menyebabkan masyarakat Indonesia kalah jauh dengan masyarakat jepang. Padahal masyrakat Indonesia notabennya merupakan penduduk beragama islam terbesar di dunia. Berbeda hal nya dengan masyarakat jepang yang mayoritas bukan beragama islam. Akan tetapi justru merekalah yang mengamalkan perintah membaca yang telah Allah perintahkan. Sehingga masyarakat jepang dapat menikmati manfaat dari membaca tersebut.

Padahal, pada zaman dahulu masyarakat muslim jauh lebih maju daripada masyarakat non-muslim. Banyak sekali ilmuan-ilmuan muslim yang menemukan berbagai macam penemuan yang tidak dapat di temukan oleh non-muslim. Sayangnya, penemuan tersebut ada yang diakui sebagai penemuan non-muslim padahal kenyataanya penemuan tersebut berasal dari muslim. Di antara ilmuan muslim tersebut adalah Avicena (Ibnu Sina), Averous ( Ibnu Rusyd) dengan berbagai penemuan yang telah di akui dunia

Untuk itu mari kita gerakkan budaya membaca pada diri kita sendiri terlebih dahulu baru mengajak yang lain agar kita dapat mengembalikan kejayaan islam yang sejak lama kita dambakan.


2.       Manusia Makhluk Budaya

Selain sebagai makhluk peneliti, manusia juga dapat di katakan sebagai makhluk budaya. Inilah keistimewaan yang allah berikan kepada manusia berupa akal pikiran. Dengan akal pikiran manusia mampu menciptakan berbagai penemuan yang berkaitan dengan budaya. Akan tetapi masih banyak manusia yang lalai terhadap yang memberikan ini semua. Untuk itu sebagai makhluk yang istimewa marilah kita senantiasa beribadah kepada NYA.

3.       Manusia Makhluk Moral

Mungkin para pembaca sekalian bertanya-tanya mengapa manusia di katakan sebagai makhluk moral. Karena dengan akal yang di berikan oleh yang Maha Kuasa, manusia mampu membedakan yang mana baik dan buruk. Inilah keistimewaan yang lagi-lagi Allah berikan kepada kita semua.

Akan tetapi, seolah manusia buta terhadap baik dan buruk. Padahal sudah jelas Allah menerangkannya dalam Al-Qur’an dan Hadist. Mereka seolah tak menggubris ini semua dengan berbagai alasan.  Padahal, ketika melaksanakan kebaikan maka tentunya akan di balas dengan kebaikan pula. Dan ketika berbuat keburukan maka akan mendapat ganjaran yang setimpal dengan perbuatan buruk yang di kerjakan.

Ingatlah, bahwa hanya ada dua aspek dalam hidup manusia yaitu fujur dan taqwa. Ketika ia berbuat fujur hingga akhir hayatnya maka balasannya adalah neraka dan juga sebaliknya. Untuk itu, marilah kita bersama untuk selalu berdoa agar kematian kita khusnul khotimah agar dapat merasakan nikmatnya surga.

Inilah sedikit yang dapat saya tuliskan. Semoga dapat menggugah diri saya pribadi dan pembaca sekalian untuk selalu dekat dengan ALLAH SWT




Tidak ada komentar:

Posting Komentar