Segala puji bagi
Allah yang telah menciptakan makhluk yang sangat sempurna dan memiliki
kelebihan diantara makhluk lainnya. Tak lupa solawat serta salam kita haturkan
kepada baginda nabi Muhammad SAW. Makhluk tersebut yang dimaksud adalah
Manusia. Banyak sekali keistimewaan yang ada pada manusia yang tak dimiliki
oleh makhluk lainnya di muka bumi ini. Diantara keistimewaan tersebut adalah
manusia di berikan akal pikiran yang makhluk lain di muka bumi ini tak ada yang
diberikan akal pikiran selain manusia. Banyak
sekali manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia tersebut di muka bumi
ini. Akan tetapi banyak sekali diantara
manusia yang tidak menyadari keistemewaan itu ataupun memanfaatkannya untuk hal
yang tidak baik.
Keistimewaan
manusia di berikan akal pikiran menjadikan mereka menjadi Makhluk Peneliti,
Makhluk Budaya dan juga Makhluk Moral.
Untuk itu pada tulisan kali ini, penulis bertujuan untuk mengenalkan
kepada pembaca sekalian mengenai manusia makhluk peneliti, makhluk budaya dan
juga makhluk moral. Seperti apa yang telah di dapatkan oleh penulis ketika mata
kuliah Pendidikan Agama Islam. Untuk itu mari langsung saja kita membahas
mengenai judul yang telah di sampaikan diatas.
1.
Makhluk Peneliti
Allah menurunkan wahyu pertama yaitu surah al-alaq ayat: 1-5. Dalam
wahyu pertama tersebut Allah memerintahkan kita sebagai umat muslim untuk
senantia menghabiskan waktu untuk membaca. Perintah Allah ini ketika kita
melaksanakannya dengan penuh suka cita maka pasti banyak sekali manfaat yang
akan di rasakan. Sayangnya, perintah Allah ini masih banyak manusia yang tidak
melaksanakannya dengan baik. Sehingga kerugianlah yang akan di dapat.
Di Indonesia saja, angka membaca masyarakat rendah sekali inilah yang
menyebabkan masyarakat Indonesia kalah jauh dengan masyarakat jepang. Padahal
masyrakat Indonesia notabennya merupakan penduduk beragama islam terbesar di
dunia. Berbeda hal nya dengan masyarakat jepang yang mayoritas bukan beragama islam.
Akan tetapi justru merekalah yang mengamalkan perintah membaca yang telah Allah
perintahkan. Sehingga masyarakat jepang dapat menikmati manfaat dari membaca
tersebut.
Padahal, pada zaman dahulu masyarakat muslim jauh lebih maju daripada
masyarakat non-muslim. Banyak sekali ilmuan-ilmuan muslim yang menemukan
berbagai macam penemuan yang tidak dapat di temukan oleh non-muslim. Sayangnya,
penemuan tersebut ada yang diakui sebagai penemuan non-muslim padahal
kenyataanya penemuan tersebut berasal dari muslim. Di antara ilmuan muslim
tersebut adalah Avicena (Ibnu Sina), Averous ( Ibnu Rusyd) dengan berbagai
penemuan yang telah di akui dunia
Untuk itu mari kita gerakkan budaya membaca pada diri kita sendiri
terlebih dahulu baru mengajak yang lain agar kita dapat mengembalikan kejayaan
islam yang sejak lama kita dambakan.
2.
Manusia Makhluk Budaya
Selain sebagai makhluk peneliti, manusia juga dapat di katakan sebagai
makhluk budaya. Inilah keistimewaan yang allah berikan kepada manusia berupa
akal pikiran. Dengan akal pikiran manusia mampu menciptakan berbagai penemuan
yang berkaitan dengan budaya. Akan tetapi masih banyak manusia yang lalai
terhadap yang memberikan ini semua. Untuk itu sebagai makhluk yang istimewa
marilah kita senantiasa beribadah kepada NYA.
3.
Manusia Makhluk Moral
Mungkin para pembaca sekalian bertanya-tanya mengapa manusia di katakan
sebagai makhluk moral. Karena dengan akal yang di berikan oleh yang Maha Kuasa,
manusia mampu membedakan yang mana baik dan buruk. Inilah keistimewaan yang
lagi-lagi Allah berikan kepada kita semua.
Akan tetapi, seolah manusia buta terhadap baik dan buruk. Padahal sudah
jelas Allah menerangkannya dalam Al-Qur’an dan Hadist. Mereka seolah tak
menggubris ini semua dengan berbagai alasan.
Padahal, ketika melaksanakan kebaikan maka tentunya akan di balas dengan
kebaikan pula. Dan ketika berbuat keburukan maka akan mendapat ganjaran yang
setimpal dengan perbuatan buruk yang di kerjakan.
Ingatlah, bahwa hanya ada dua aspek dalam hidup manusia yaitu fujur dan
taqwa. Ketika ia berbuat fujur hingga akhir hayatnya maka balasannya adalah
neraka dan juga sebaliknya. Untuk itu, marilah kita bersama untuk selalu berdoa
agar kematian kita khusnul khotimah agar dapat merasakan nikmatnya surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar